1. Arus Listrik (I)
Arus listrik adalah aliran muatan listrik melalui penghantar, biasanya kawat tembaga. Satuan arus listrik adalah ampere (A).
Rumus sederhana:
I = Q / t
di mana Q = muatan listrik (Coulomb), t = waktu (detik)
2. Tegangan Listrik (V)
Tegangan listrik adalah beda potensial antara dua titik dalam rangkaian. Satuan tegangan adalah volt (V).
Rumus sederhana (Hukum Ohm):
V = I × R
di mana I = arus (A), R = hambatan (Ohm)
3. Hambatan (R)
Hambatan listrik adalah kemampuan penghantar menahan aliran arus. Satuan resistansi adalah Ohm (Ω).
Faktor yang memengaruhi hambatan:
- Panjang kawat: semakin panjang, semakin besar R
- Luas penampang: semakin besar, semakin kecil R
- Bahan penghantar: tembaga, aluminium, dsb
4. Daya Listrik (P)
Daya listrik menunjukkan seberapa cepat energi listrik dikonsumsi atau dihasilkan. Satuan daya adalah watt (W).
Rumus daya:
P = V × I
5. Contoh Praktis
Misal: sebuah lampu memiliki hambatan 10 Ω dan dialiri arus 2 A, maka tegangan pada lampu adalah:
V = I × R = 2 × 10 = 20 Volt
Dan daya yang dikonsumsi: P = V × I = 20 × 2 = 40 Watt